Postingan

Menampilkan postingan dengan label Thailand

Chiang Mai: Kota yang Membantu Saya Berdamai di Usia 30 Tahun

Gambar
Chiang Mai: Kota yang Membantu Saya Berdamai di Usia 30 Tahun Usia 30 datang tanpa aba-aba. Tiba-tiba banyak hal yang dulu terasa penting, kini tak lagi mendesak. Dan hal-hal yang dulu diabaikan, justru mulai dicari. Perjalanan ke Thailand ini awalnya hanya rencana singkat sebelum ke tujuan utama yakni Vietnam. Tapi entah kenapa, setelah melihat Ayutthaya dan sukhothai langkah saya berlanjut ke Chiang Mai—sebuah kota yang ternyata memberi lebih dari sekadar destinasi wisata. Kota Tua, Perasaan Baru Chiang Mai adalah kota bersejarah yang masih dikelilingi benteng dan parit. Saat pertama kali masuk ke area Old City, ingatan saya langsung melayang ke Yogyakarta. Ada rasa familiar yang sulit dijelaskan. Tenang, tidak terburu-buru, dan terasa “manusiawi”. Bedanya, Chiang Mai terasa sedikit lebih rapi. Bukan kaku, tapi tertata. Seolah kota ini tahu apa yang ingin dijaganya dan apa yang perlu dilepas. Berjalan kaki di kota ini membuat saya pelan-pelan menurunkan tempo hidup. Tida...

Sukhothai: Kembali ke Awal Peradaban Thailand, Setelah Ayutthaya

Gambar
Sukhothai: Kembali ke Awal Peradaban Thailand, Setelah Ayutthaya Setelah Ayutthaya, saya justru merasa perlu mundur lebih jauh ke belakang. Bukan ke Bangkok. Bukan ke kota besar lain. Melainkan ke Sukhothai—tempat di mana sejarah Thailand pertama kali benar-benar dimulai. Jika Ayutthaya adalah simbol kejayaan dan kehancuran, maka Sukhothai adalah kelahiran. Dan dalam perjalanan mencari jati diri di usia 30-an, kembali ke awal sering kali terasa lebih jujur daripada mengejar puncak. Sukhothai, Ibu Kota Pertama Kerajaan Thai Secara historis, Sukhothai adalah ibu kota pertama Kerajaan Thailand pada abad ke-13. Di sinilah konsep negara Thai, bahasa, aksara, agama, dan sistem pemerintahan mulai dibentuk. Berbeda dengan Ayutthaya yang kosmopolitan dan penuh pengaruh asing, Sukhothai terasa lebih murni. Lebih sederhana. Lebih dekat dengan akar. Tak heran jika Sukhothai sering disebut sebagai “dawn of happiness”—awal dari kebahagiaan. Kesan Pertama: Sepi, Lapang, dan Ti...

Ayutthaya: Kota Reruntuhan yang Menenangkan.

Gambar
Ayutthaya: Kota Reruntuhan yang Menenangkan. Perjalanan ini adalah bagian dari rangkaian pencarian jati diri saya di usia 30-an, sebuah fase hidup yang entah kenapa membuat saya lebih tertarik pada tempat-tempat sunyi, tua, dan penuh sisa sejarah. Setelah berkeliling beberapa negara di Asia Tenggara, Ayutthaya, Thailand, menjadi salah satu kota yang paling berkesan—bukan karena gemerlapnya, justru karena ketenangannya. Ayutthaya, Bukan Sekadar Kota Wisata Sehari Banyak orang datang ke Ayutthaya hanya sebagai day trip dari Bangkok. Datang pagi, foto-foto candi, lalu sore kembali ke hiruk-pikuk ibu kota. Saya justru memilih sebaliknya: tinggal lebih lama, berjalan lebih pelan. Ayutthaya adalah bekas ibu kota Kerajaan Siam selama lebih dari 400 tahun. Kota ini pernah menjadi salah satu yang terkaya dan terkuat di Asia Tenggara, sebelum akhirnya hancur akibat invasi Burma pada abad ke-18. Kini yang tersisa adalah reruntuhan candi, patung Buddha tanpa kepala, dan tembok bata mer...