Liburan ke Da Nang & Hoi An: Estimasi Biaya dan Tempat Wisata Wajib
Singgah di Da Nang dan Hoi An: Kota turistik dan penuh sejarah.
Setelah menghabiskan waktu di Nha Trang, saya melanjutkan perjalanan ke Hanoi. Namun sebelum ke sana, saya memutuskan untuk singgah terlebih dahulu di Da Nang. Kota ini berada di jalur perjalanan darat dan sering disebut sebagai salah satu kota paling nyaman di Vietnam Tengah. Rasanya sayang kalau hanya dilewati.
Seperti kebiasaan saya saat backpacking, saya memilih jalur darat menggunakan bus, kali ini sleeper bus, agar bisa beristirahat selama perjalanan malam.
Baca juga:
---
Perjalanan Sleeper Bus Nha Trang – Da Nang
Perjalanan dari Nha Trang ke Da Nang cukup panjang, tapi masih sangat masuk akal untuk ditempuh dengan bus malam.
Jenis bus: Sleeper bus
Durasi perjalanan: sekitar 11–12 jam
Harga tiket: 380.000 dong
(sekitar Rp 240.000)
Tiket saya beli setelah membandingkan beberapa opsi dan memanfaatkan diskon dari aplikasi seperti Klook dan platform pemesanan bus online. Untuk sleeper bus, harga ini tergolong standar dan realistis.
Bus berangkat dari area kota Nha Trang—saya dijemput tidak jauh dari penginapan—dan tiba di terminal bus utama Da Nang keesokan paginya. Karena berangkat malam, sebagian besar waktu perjalanan dihabiskan dengan tidur, jadi tidak terasa terlalu melelahkan.
---
Da Nang: Lebih Ramai dari Nha Trang, tapi Tetap Tertata
Tiba di Da Nang, kesan pertama yang saya rasakan adalah kota ini lebih ramai dibanding Nha Trang, dan jelas jauh lebih sibuk dibanding kota-kota kecil atau pegunungan. Namun, keramaian di Da Nang terasa tertata, bukan semrawut.
Da Nang adalah kota besar dengan jalan lebar, lalu lintas yang relatif teratur, dan pembangunan yang rapi. Aktivitas kota terasa hidup, tapi masih nyaman untuk pelancong.
Salah satu hal yang paling saya sukai dari Da Nang adalah pantainya. Garis pantai yang panjang membuat kota ini terasa seimbang—modern, tapi tetap punya ruang untuk bersantai. Pagi hari banyak warga lokal berolahraga, sementara sore hari pantai dipenuhi orang yang menunggu matahari terbenam.
---
Hotel di Da Nang
Untuk menginap, saya memilih hotel sederhana tanpa banyak ekspektasi.
Hotel di Da Nang:
2 malam total: Rp 600.000
sekitar Rp 300.000 per malam
Kelas hotel: setara bintang 3–4
Bersih, cukup nyaman, dan lokasinya strategis
Harga ini saya dapat lewat aplikasi booking dengan diskon. Untuk ukuran kota seperti Da Nang, menurut saya ini sudah sangat layak.
---
Ba Na Hills: Mahal, Turistik, tapi Pantas Dicoba Sekali
Salah satu agenda utama selama di Da Nang adalah mengunjungi Ba Na Hills. Tempat ini memang sangat turistik, tapi saya tetap penasaran ingin melihat langsung Golden Bridge yang ikonik itu.
Tiket saya beli melalui aplikasi seperti Klook.
Harga tiket Ba Na Hills: sekitar 900.000 dong
(± Rp 550.000)
Sudah termasuk:
Kereta gantung pulang-pergi
Akses ke Golden Bridge
French Village
Beberapa taman dan area publik
Untuk standar Vietnam, tiket ini memang tergolong mahal. Tapi pengalaman naik kereta gantung dengan pemandangan pegunungan di bawahnya, lalu berdiri langsung di Golden Bridge, menurut saya cukup layak dicoba setidaknya sekali seumur hidup.
---
Day Trip ke Hoi An: Kota Kuno yang Membuat Ingin Melambat
Di hari berikutnya, saya memutuskan untuk day trip ke Hoi An. Jaraknya dekat dari Da Nang, hanya sekitar 30–40 menit perjalanan, jadi saya tidak merasa perlu menginap.
Transport: bus lokal / shuttle
Biaya: sekitar 20.000–25.000 dong
(± Rp 12.000–15.000) sekali jalan
Pagi berangkat dari Da Nang, sore hingga malam menikmati Hoi An, lalu kembali lagi ke Da Nang.
---
Hoi An: Tenang, Hangat, dan Penuh Karakter
Begitu tiba di Hoi An, suasananya langsung terasa berbeda. Kota ini kecil, tenang, dan ritmenya jauh lebih pelan. Tidak ada gedung tinggi atau lalu lintas padat. Yang ada hanyalah bangunan tua berwarna kuning, jalanan sempit, dan suasana yang membuat ingin berjalan tanpa tujuan.
Hoi An adalah kota kuno dengan perpaduan budaya Vietnam, Tiongkok, dan Jepang. Sungai yang membelah kota menjadi elemen penting, terutama saat sore menjelang malam ketika lampion mulai dinyalakan dan cahaya memantul di permukaan air.
---
Soal “Tiket” di Hoi An
Perlu diluruskan bahwa tidak ada tiket masuk kota Hoi An.
Jalan-jalan di Old Town, foto-foto, duduk di kafe, dan menikmati suasana bisa dilakukan gratis. Yang ada hanyalah kontribusi sekitar 20.000 dong, itu pun jika ingin masuk ke bangunan tertentu seperti rumah tua atau museum kecil. Bahkan petugas lokal sendiri sering menyebutnya bukan tiket, melainkan sumbangan pemeliharaan kota tua.
Karena tujuan saya hanya menikmati suasana, saya tidak membeli paket tiket apa pun.
Menjelang malam, setelah menikmati Hoi An yang mulai ramai oleh lampion, saya kembali ke Da Nang untuk bermalam di hotel yang sama.
Info penting:
Jika kalian tidak menginap di hoi an dan datang menggunakan bus, pastikan pulang sebelum pukul 9 malam karena bus terakhir beroperasi jam 9.
Atau kalian bisa menggunakan uber jika ketinggalan bus.
---
Ringkasan Biaya Utama (Versi Pengalaman Saya)
Sleeper bus Nha Trang → Da Nang: Rp 240.000
Hotel Da Nang (2 malam): Rp 600.000
Tiket Ba Na Hills: Rp 550.000
Transport Da Nang ↔ Hoi An PP: Rp 50.000
➡️ Total kasar (di luar makan): sekitar Rp 1,4 – 1,5 jutaan
---
Penutup
Singgah di Da Nang dan Hoi An awalnya hanya rencana tambahan dalam perjalanan dari Nha Trang menuju Hanoi. Namun justru bagian ini yang terasa paling seimbang. Da Nang menawarkan kehidupan kota yang modern dan pantai yang nyaman, sementara Hoi An memberi ruang untuk melambat dan menikmati suasana.
Seperti biasa, Kadang perjalanan terbaik justru datang dari keputusan sederhana untuk singgah sejenak.
Komentar
Posting Komentar